Tongkang Milik China di LCS Resakan Presiden Filipina

FILIPINA, SulutSatu.Com - Beijing telah memperluas lahan reklamasi dengan skala besar di Laut China Selatan. Laut China Selatan saat ini masih disengketakan oleh China meskipun pengadilan internasional menolak sebagian besar klaim China di daerah yang kaya sumber daya alamnya.

Hal itu seperti dikatakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte seperti dilansir dari AFP, Jumat (2/9/2016). Duterte kemudian menyampaikan ia menerima laporan yang meresahkan tersebut dari intelijennya.

Intelijen Filipina menunjukan tongkang China yang dikirim ke Scarborough Shoal, wilayah yang kini jadi perebutan. Wilayah itu juga sudah mulai ada pembangunan tahap pertama yang telah dilakukan China.

Pada 2013, Filipina mengajukan keberatan atas klaim dan aktivitas China di Laut China Selatan kepada Mahkamah Arbitrase UNCLOS di Den Haag, Belanda. Filipina menuding China mencampuri wilayahnya dengan menangkap ikan dan mereklamasi demi membangun pulau buatan.

Filipina berargumen bahwa klaim China di wilayah perairan Laut China Selatan yang ditandai dengan sembilan garis putus-putus atau nine-dash-line bertentangan dengan kedaulatan wilayah Filipina dan hukum laut internasional.

"Saya pikir mereka mulai di Masinloc dan ini akan menjadi keributan lain di sana," kata Duterte.

"Tampaknya ada tongkang baru datang dan mereka menduga bahwa akan menjadi konstruksi lain," lanjutnya

The Scarborough Shoal merupakan sebuah tanah yang kaya ikan dalam zona ekonomi eksklusif Filipina dan jauh dari daratan China utama. China menguasai Scarborough Shoal pada 2012 setelah angkatan laut negara tersebut menemukan wilayah tersebut.

Baru-baru ini juga Mahkamah Agung China memutuskan bahwa siapa saja yang tertangkap menangkap ikan di zona perairan yang diklaim negara itu di Laut China Selatan dapat dipenjarakan hingga setahun.

Mahkamah Agung juga memutuskan siapa saja yang ditemukan berada di perairan yang diklaim China sebagai milik mereka, maka akan dianggap melakukan pelanggaran kriminal berat. (Red)
Share on Google Plus

Penulis: Nando Sandala

0 comments:

Post a Comment