Demi Tugas dan Tanggung Jawab, Sepasang Pasutri Petugas Covid-19 Relah Tinggalkan Keluarga




MANADOSulutSatu.com - Tak pernah ada dalam bayangan di benak Sandra Wowiling dan Adry Paruntu pasangan suami isteri (pasutri) untuk menjadi bagian dari penanganan wabah Covid-19.

Sandra Wowiling yang merupakan tenaga medis dan juga suaminya Adri Paruntu yang bertugas di bagian kamar jenasah di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado, menceritakan keriduan mereka bertemu anak-anak mereka.

"Saat ini kami berdua selalu memikirkan keluarga terlebih khusus anak-anak yang tinggal di kampung halaman, rasa rindu itu pasti, " Ujar Sandra kepada SulutSatu.com, Minggu (03/05/2020).

Mereka berdua mengatakan, kami masih beruntung karena pada saat ini media telekomunikasi yang bisa membuat kami diselah istirahat bisa saling menelpon.

"Setiap ada jedah waktu untuk beristirahat kami selalu melakukan komunikasi  bersama, hal ini bisa membuat kami berdua senang walaupun tak bisa saling kumpul bersama, " Ungkap Adri.

Akan tetapi lanjut dikatakan Sandra, sebagai tenaga medis motivasi dan semangat sangat penting sehingga bisa sukacita melayani bagi para pasien.

Mereka berdua optimis, Indonesia akan mampu menang melawan pandemi covid-19, sehingga bisa kembali kehidupan seperti biasanya.

"Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, yakin dan percaya covid-19 pasti akan berakhir. Tidak ada hal yang tidak mungkin bagi manusia tapi bagi Tuhan tidak ada hal yang tak mungkin. Tetap andalkan Tuhan dalam keadaan sesulit apapun. Tetap bersyukur kepada Tuhan, karena dari padanya nafas kehidupan kami, " Tutup mereka. (jL) 
Share on Google Plus

Penulis: SulutSatu.com

0 comments:

Post a Comment