AGC Bahas Hasil Gender Mapping di Wilayah PESK Sulut


Foto : Ist



MANADO, SulutSatu.com - Artisal Gold Council (AGC) terus memberi perhatian terhadap Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Sulawesi Utara. Selain memperkenalkan teknologi pengolahan emas ramah lingkungan, AGC juga fokus terhadap masalah gender di wilayah PESK.

Sebagai implementasi dari programnya, AGC bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) menggelar kegiatan Stakeholder Meeting tentang Gender Mapping. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 21 Januari 2019, di Hotel Quality Manado.

Kegiatan ini dihadiri 11 orang peserta. Terdiri dari aktivis, perwakilan lembaga swadaya masyarakat (lsm) dan dinas terkait dari kabupaten dan provinsi Sulut.

Acara diisi dengan perkenalan AGC dan pemaparan hasil gender mapping. Sesi ini disampaikan oleh Titik Hartini selaku Gender Specialist dari AGC. Ia menyampaikan bahwa hasil gender mapping ini merupakan kerjasama AMAN Sulut dan AGC.
"Gender mapping ini merupakan hasil kerja tim AMAN Sulut yang didukung oleh AGC", tuturnya.

Di sesi bicaranya ia mempresentasikan hasil gender mapping di Tobongon dan Tatelu.
Ditambahkannya, dalam waktu dekat,  AGC akan membuat MoU (Memorandum of Understanding) dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti upaya kerjasama yang lebih serius.

Nedine Sulu, Training Specialist AMAN Sulut mengatakan bahwa gender mapping dilakukan selama tiga bulan. Dimulai dengan penguatan tim sejak Januari 2018.
Sulu menambahkan bahwa forum stakeholder meeting menjadi ruang untuk mengevaluasi dan memperbaiki hasil gender mapping.
"Kegiatan ini juga ditujukan untuk mendapatkan masukan dari peserta forum yang nantinya dapat melengkapi hasil dari gender mapping", ucap Sulu.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sulut, Jull Takaliuang mengapresiasi upaya AGC dan AMAN terkait kegiatan di wilayah PESK.
"Yang dilakukan AMAN & AGC merupakan pintu masuk untuk dapat merubah pola pikir demi keselamatan semua", tutur Takaliuang.
Menurutnya kegiatan ini sangat positif karena memang selama ini perempuan yang ada di sekitar daerah pertembangan tidak pernah dilirik dan mendapatkan sentuhan khusus.
"Dengan adanya gender mapping yang dilakukan oleh AMAN kita kemudian mendapatkan gambaran situasi apa yang dialami perempuan yang ada di sana sehingga kita bisa merujuk atau membuat suatu program yang bisa menyentuh, memperbaiki, meningkatkan taraf hidup mereka", tegasnya.

Forum ini dibuat untuk membahas hasil gender mapping yang masih draft. Hasil dari forum ini akan melengkapi laporan gender mapping yang telah dilakukan AGC dan AMAN.

(**/Jimmy)
Share on Google Plus

Penulis: SulutSatu.com

0 comments:

Post a Comment