Rusuh DPD, Brani: Tuduhan Afnan Tidak Masuk Akal

Benny Rhamdani DPD RI.
JAKARTA, SulutSatu.Com - Terjadinya rusuh dalam sidang paripurna DPD soal pemilihan pimpinan berbuntut panjang. Anggota DPD asal DIY, Afnan Hadikusumo, melaporkan rekannya sesama anggota DPD ke polisi.

Terlapor, anggota DPD Benny Rhamdani panggilan akrab Brani ini mengatakan, tuduhan Afnan tidak masuk akal. Dia membantah menjatuhkan Afnan dalam sidang paripurna.

"Tuduhannya tidak masuk akal. Peristiwa tadi accident. Tapi juga teman menyaksikan. Sidang ini terbuka untuk umum. Apa iya kami mengeroyok? Saya yakin 1.000 persen itu tidak ada," ujar Brani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (03/04/2017).

Sebelumnya, Brani mengaku ingin melerai Afnan dengan senator asal Jawa Timur Ahmad Nawardi di podium sidang. Tetapi Brani tidak sengaja menjatuhkan Afnan.

"Saya meminta beliau turun dan menarik tangan itu benar. Tapi semangatnya agar tidak chaos dengan Nawardi," ujar Brani.

Benny berencana melaporkan balik Afnan. Pasalnya, Brani menolak disebut mengeroyok Afnan.

"Kita punya hak sama melaporkan balik. Yang bersangkutan bilang melakukan pengeroyokan," tutur Brani.

Sebelumnya, Afnan melaporkan dua anggota DPD, yaitu Benny Rhamdani dan Delis Julkarson Hehi, atas tuduhan pengeroyokan. Laporan itu dibuat di Polda Metro Jaya hari ini, Senin (03/04), dengan nomor LP/1635/IV/2017/PMJ/Dit.Reskrimum.

Dalam laporannya, Afnan merasa menjadi korban pengeroyokan dan mengalami luka di bagian kepala. Pelaporan dilakukan sore tadi sekitar pukul 17.30 WIB.(red)
Share on Google Plus

Penulis: sulut satu

0 comments:

Post a Comment