Ahok-Djarot, Anies-Sandi, dan Agus-Sylvi Ambil Simpati di Bidang Kesehatan

Tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Dari kiri ke kanan: Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saeful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. 
JAKARTA, SulutSatu.Com - Tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, baik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, menyoroti bidang kesehatan dalam visi, misi, dan program kerja yang mereka susun.

Berikut program kesehatan yang akan dilakukan tiga pasangan bakal cagub-cawagub seperti diunggah KPU DKI Jakarta ke situs web Sistem Informasi Tahapan Pilkada (Sitap).

Ahok-Djarot

Pasangan bakal calon petahana ini menyoroti bidang kesehatan dalam program “Kesehatan: Menjamin akses kesehatan untuk seluruh warga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Jakarta agar setara dengan kota-kota maju di dunia”.

Uraian program tersebut yakni:

1. Jaminan kesehatan bagi 100% warga dengan mekanisme BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) kelas 3 dan mendorong keanggotaan BPJS warga melalui Iurah dan Dinas Kesehatan, melalui kerja sama Iurah dengan BPJS dan PTSP untuk memastikan seluruh perusahaan mendaftarkan pegawainya memiliki BPJS Pekerja Penerima Upah (PPU), dan dengan pemberian BPJS PBI kepada bayi yang baru Iahir.

2. Melaksanakan program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) yang menjamin ketersediaan 1 dokter bagi setiap 5.000 warga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan program preventif dan promotif kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien terminal melalui pengobatan paliatif dengan mekanisme dokter keluarga

3. Meningkatkan kategori 44 Puskesmas menjadi Rumah Sakit Umum Kecamatan (RSUK) den 5 RSUK menjadi RSUD kelas C.

4. Membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumber Waras dengan pengobatan khusus penyakit kanker, jantung, otak dengan tambahan sebanyak 2.000 tempat tidur, meningkatkan akreditasi rumah sakit bertaraf intemasional (akreditasi JCI) sejumlah minimal tiga RSUD, pembentukan pelayanan spesialis di setiap RSUD dengan mengoptimalkan kinerja tenaga kesehatan yang sudah ada, serta meningkatkan kerja sama dengan pihak swasta melalui pembinaan, pengawasan, dan pengendalian RS Swasta.

5. Menambah fasilitas intensive care NICU dan PICU minimal sejumlah tiga kali Iipat dari jumlah yang ada.

6. Peningkatan pelayanan kesehatan dengan perbaikan waktu tunggu rawat jalan menjadi kurang dari 60 menit.

7. Membuat syarat kebersihan dan sertifikasi BPOM yang dievaluasi secara berkala oleh Dinas Kesehatan serta menjadi bagian pengurusan izin usaha bagi pemilik usaha kuliner maupun pedagang kaki lima.

8. Ketersediaan ambulans gratis bagi warga dengan penambahan armada 100 ambulans dengan target waktu tunggu 15 menit.

9. Meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kerja kesehatan dengan membuka sistem rekrutmen terbuka sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan, serta menjalankan sistem sertifikasi yang setaraf dengan kota-kota maju di dunia.

Agus-Sylviana

Dalam visi-misinya, Agus-Sylviana menyebut warga Jakarta terutama anak-anak dan kaum perempuan masih menghadapi kesulitan untuk mendapatkan akses terhadap fasilitas publik di bidang kesehatan.

Selain itu, ancaman terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan muncul sebagai akibat polusi udara dan polusi suara. Agus dan Sylviana juga mnyoroti lemahnya ketersediaan ruang publik yang berakibat jangka panjang terhadap kualitas dan kesehatan mental warga terutama pada pertumbuhan anak muda.

Untuk mengatasi permasalah tersebut, Agus-Sylviana akan meningkatkan kualitas manusia Jakarta, salah satunya pada aspek kesehatan. Mereka mengategorikan kesehatan dalam “program aksi untuk mewujudkan Jakarta yang adil” yang disebutkan dalam poin b dan i sebagai berikut.

b. Perbaikan akses anak dan perempuan terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan, dan fasilitas publik.

i. Peningkatan akses khususnya masyarakat Kepulauan Seribu terhadap akses pendidikan, kesehatan, dan peluang sosial ekonomi.

Selain itu, kesehatan juga tercantum dalam “program aksi untuk mewujudkan Jakarta yang sejahtera” di poin c dan d berikut.

c. Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kesehatan (RS, Puskesmas, Posyandu).

d. Peningkatan kualitas tenaga kesehatan.

Anies-Sandiaga

Dalam situs web Sitap KPU, mulanya ditemukan file visi-misi Anies-Sandiaga yang berjumlah 23 halaman. Namun, kemudian visi-misi keduanya yang diunggah di situs web Sitap hanya menampilkan 3 halaman yang ringkas. Kompas.com akan menuliskan program Anies-Sandiaga yang tercantum dalam kedua file tersebut.

Dalam visi-misi yang berjumlah 23 halaman, Anies-Sandiaga mencantumkan program di bidang kesehatan ke dalam “Pilar 1: Pembangunan Manusia” yakni pembangunan SDM secara menyeluruh. Pembangunan SDM yang digagas Anies-Sandiaga juga sekaligus menyinggung bidang lainnya, seperti pendidikan dan ketenagakerjaan.

Berikut uraian program tersebut.

1. Mengintegrasikan program KJP dan KJS dengan program KIP dan KIS.

2. Memastikan bahwa program KJP dan KJS yang sudah berlangsung lebih meningkat performanya.

3. Memberikan perhatian dan dukungan tidak hanya bagi pendidikan formal, namun juga informal, dengan mengembangkan dukungan Kartu Jakarta Pintar atau dukungan lainnya.

4. Penambahan jumlah guru, dosen, dan tenaga kerja medis untuk mendukung kebutuhan bidang pendidikan dan kesehatan.

5. Membantu menjaga kesehatan masyarakat dengan memperkuat program-program preventif (misal, “dokter masyarakat,” penyediaan fasilitas publik untuk berolahraga, akses pada makanan sehat).

6. Menjadikan DKI Jakarta wilayah yang ramah terhadap disabilitas, yaitu memberikan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Keramahan tersebut akan diwujudkan dalam aspek fasilitas umum dan pelayanan publik, termasuk dalam bidang pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, dan bidang lainnya yang terkait dengan kehidupan disabilitas.

7. Pemberian tunjangan dan fasilitas bagi penduduk usia lanjut yang membutuhkan. Selain itu, Anies-Sandiaga juga menyinggung soal kesehatan dalam salah satu program menciptakan lapangan pekerjaan, yakni “memastikan semua pekerja mendapatkan jaminan kesehatan”.

Sementara itu, dalam visi-misi yang lebih ringkas, program prioritas Anies-Sandiaga yang relevan dengan bidang kesehatan yakni program nomor 2 dan 3 dalam “pemberdayaan dan pelibatan warga”.

Kedua poin itu berbunyi:

2. Memperbanyak dan meningkatkan kenyamanan ruang publik sebagai tempat ekspresi budaya dan kreativitas, interaksi yang sehat antarwarga dan perekatan kohesi sosial.

3. Memampukan dan membantu warga dalam mengurangi sampah rumah tangga dan menggalakkan apotek dan warung hidup. Kemudian, bidang kesehatan juga disinggung dalam program prioritas “peningkatan kesejahteraan dan keadilan sosial", yakni nomor 3 yang menyebut “Menata kampung-kampung kumuh dengan pendekatan humanis dan kreatif sesuai standar kesehatan lingkungan, di antaranya Kampung Deret, kampung susun, dan kampung tematik”.

Sumber: kc
Share on Google Plus

Penulis: Sulut Satu

0 comments:

Post a Comment